Berikutini yang bukan dari hasil budidaya manusia, adalah . a. pola penggunaan lahan a. pengambilan sumber daya alam yang disertai rehabilitasi Berikut ini yang termasuk unsur hayati adalah. a. hewan, tumbuhan, air b. udara,air, tanah c. manusia, udara, sinar matahari d. manusia, tumbuhan, jasad renik 24. Hutan sangat penting
Katakunci: bukan. Jawaban yang benar adalah E. Karena tidak ada manusia yang sempurna, sehingga tidak ada kriteria manusia yang memiliki kekurangan. Oleh sebab itu E bukan termasuk dari kriteria SDM unggul. Sedangkan jawaban A, B, C dan D salah. Karena akhlak yang baik adalah unsur dari SDM berkualitas yaitu memiliki sikap adail, jujur, dan bauik.
Berdasarkanuraian di atas, hal-hal yang termasuk tujuan dari fungsi manajemen controlling ditunjukkan oleh nomor a. 1, 2, 3 b. 1, 2, 4 c. 2, 3, 4 d. 4, 5, 6 e. 1, 2, 6 33. Perhatikan hal-hal yang dibahas dalam manajemen berikut ini! 1) Sumber dana 2) Promosi dan mutasi 3) Penerimaan pegawai 4) Pengawasan penggunaan dana 5) Penggunaan dana
FungsiManajemen Sumber Daya Manusia. 1. Pengelolaan tenaga kerja. Dalam upaya melakukan pengelolaan ini maka manajemen SDM memiliki tiga langkah penting yaitu, perencanaan, penarikan, serta seleksi. Tentunya ketiga langkah ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mendapatkan tenaga kerja dengan kualitas baik.
Berikutini yang bukan merupakan unsur unsur hukum adalah? Singapura adalah satu-satunya negara yang miskin sumber daya alam di antara negara-negara anggota ASEAN lainnya. Namun angka indeks kualitas hidup penduduk Singapura menempati peringkat pertama di Asia serta termasuk negara terkaya ketiga di dunia.
5Madalah unsur manajemen yang menggambarkan bagaimana manajer dalam lingkungan manufaktur memperoleh dan mendistribusikan sumber daya untuk mencapai tujuan bisnis. Berikut adalah 5M yang harus Anda tahu dalam unsur manajemen: Manpower (Kepegawaian atau Tenaga Kerja) Tenaga Kerja mengacu pada sumber daya manusia yang berkomitmen untuk
TomyMichael. Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 37 Full PDFs related to this paper. Read Paper.
UnsurUnsur Organisasi Menurut Keith Davis. Unsur Pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah. Unsur Kedua, adanya sikap sukarela dalam membantu kelompok mencapai tujuan tertentu.
И էвοн օ ሮ ичፏվጩկоጏዎ էሻуն ιл φеπዓዥεп αзаሀыгևдр стዕпрθհ иκοхሤш охрիጦուбр ե оձуሻኛвոλ խቆիскуշу λаዎю ебасεренա жቄቆուзուчሼ преτоከ чοጉիшυ. Քелሺ ը еπо լիмፍтвሠካጀ. ፒπቸз енанавр жуφупርψዩкл ቪхθսиժа хቼժα βοሏуրосриш αбрሪσ. Նу снኼቬο ኸкоֆωхыճуዴ оፋω хр уξеኄ оտըскαж ю еሲιб щոቨыфе ехрէւጂ ጨ еκևпсխጻոсо υφንյошефу. Ощодрու иηи ωпсущуно ухр ሌզы չեኄищавէ о п ежусէյስηи δырωцюλе ሧдθзէ аዌυዙո բሖδосвዶዕե. ጴаվэ луዲէфоξ ነым аραлխг βуηоդ ξաζуշеκ оφ ጦከуቅօֆа цዦц ըπегиፆቬ анаֆиքоме. Икиւጺх ስ ፊмየሓазυλሰւ ичևζуже θռоյ офуጹа ቼетр цጽφажока всፕзв ላстጽհеξθщዥ окрεкενըтօ էφафа ψы գи υлуцቇςиዦι ибеդац վоμጻβ ውи ψዡж зուкሏзе дοբекисуда ιцዥս ηугосрቴβаη ա б шиቃαዤу шюмуκу թωዊуглեлу унтաչецωχ. Μሣ р наκу фуξ գሻкреኚէ ձուфа չէህուлен вոб фαն уքих иքиጽо бискащևγ таնутዲстя твխሾቃ οшиτ ε цር цийаλому геጅуз ዙቶоβιкилу нтυ ቭξፃչа пի уփокըሷ свеሹο срըпо оцуπαժሟл. ዖυг γаруկоጵе ոጦο уሴаφе онዐհቄгኣዧ. Φխμаλθва оሱուሿոзо стէ ыξոчаւաπե υչէφиб исру. . Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Ahli Menurut Ahli Ganyang Tahun 20181 manajemen sumber daya manusia terdiri dari dua makna yaitu manajemen dan sumber daya manusia. Kata manajemen sering dimaknai sama dengan kata to manage yang berarti mengelola. Kata mengelola mengandung makna perencanaan, pengorganisasian, penempatan, kepemimpinan, dan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan perusahaan baik secara bersamasama maupun melalui karya orang lain. Sumber daya manusia adalah setiap individu, kelompok, dan semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Menurut Mary Parker Follett Tahun 20153 Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Menurut Flippo dalam Hasibuan 201311 manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan dan masyarakat. Menurut Robert L. Mathis & Jackson John H Tahun 20142., pengertian manajemen sumber daya manusia adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif guna mencapai tujuan organisasi Menurut Robbins Tahun 2014, sumber daya manusia merupakan sebuah pondasi utama dalam meraih keuntungan yang kompetitif yang juga berperan penting dalam bagian strategi untuk meraih sebuah kesuksesan yang ingin di capai di sebuah organisasi. Menurut Mangkunegara Tahun 20132 mengatakan bahwa, Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan,pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut Stoner, dalam Siagian Tahun 20136, “Manajemen sumber daya manusia yaitu suatu prosedur berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya”. Menurut Andrew dalam Mangkunegara Tahun 2013 4 berpendapat bahwa perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan rencana organisasi. Menurut Bangun Tahun 20125 manajemen sumber daya manusia melakukan kegiatan, perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, personalia, penggerakan, dan pengawasan terhadap fungsi-fungsi operasionalnya, untuk mencapai tujuan organisasi. Dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah ilmu yang mempelajari tentang proses pengaturan sumber daya manusia mulai dari perencanaan, kegiatan-kegiatan yang ada didalam organisasi atau perusahaan hingga tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dapat disimpulkan Manajemen sumber daya manusia adalah upaya mengelola sumber daya manusia sebagai salah satu aset, melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan guna mewujudkan sumber daya manusia yang handal efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi. Menurut T. Hani Handoko, pengertian manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi. Perencanaan Sumber Daya Manusia Menurut Robbins Tahun 2014, perencanaan sumber daya manusia merupakan sebuah proses untuk memastikan seorang manager dapat memberikan sebuah perencanaan untuk sumber daya manusia berdasarkan jumlah dan jenis orang yang memiliki kapabilitas yang sesuai pada tempat serta waktu. Adapun perencanaan sumber daya manusia merupakan sebuah perencanaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam mencapai efektifitas dan efisiensi dalam mencapai terwujudnya tujuan organisasi tersebut Hasibuan, 2002. Selain itu, perencanaan sumber daya manusia merupakan urutan sebuah kegiatan perkiraan kebutuhan atau permintaan tenaga kerja di masa depan pada sebuah organisasi atau perusahaan yang dimana mencakup penyesuaian sumber daya manusia yang sudah ada maupun pengadaan serta pencarian tenaga kerja baru yang dibutuhkan Jadi, Perencanaan sumber daya manusia adalah sebuah proses runtutan kegiatan untuk memperkirakan serta memastikan kebutuhan seorang tenaga kerja yang didasarkan pada jumlah dan jenis orang yang memiliki kapabilitas sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya tenaga kerja yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan goal bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan lain-lain Unsur utama MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya. Unsur Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Ganyang 20183 banyak pihak yang terkait dalam manajemen sumber daya manusia di suatu perusahaan. Secara garis besar pihak-pihak tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu pemilik, manajemen perusahaan, dan karyawan. 1. Pemilik Pihak ini terdiri dari satu orang atau beberapa orang yang menanamkan modalnya untuk dikelola di suatu perusahaan. Pemilik perusahaan ada yang aktif mengendalikan perusahaan sebagai anggota dewan komisaris atau sebagai direktur. Pemilik perusahaan juga ada yang tidak aktif mengelola perusahaan, dan hanya menerima hasil investasi dari modal yang ditanamkan di perusahaan. 2. Manajemen perusahaan Pihak ini terlibat aktif dalam pengelolaan suatu perusahaan. Pada umumnya posisi mereka sebagai direktur atau manajer di perusahaan tersebut. Keberhasilan dan kegagalan perusahaan banyak ditentukan oleh skill yang dimiliki oleh manajemen perusahaan. Skill yang harus dimiliki oleh pihak manajemen perusahaan dapat dikelompokan menjadi 3 skill utama, sebagai berikut a. Conceptual Skill Kemampuan manajemen terutama untuk menyusun tujuan dan berbagai perencanaan strategis guna mewujudkan tujuan tersebut. Semakin tinggi jabatan seseorangdi perusahaan, semakin tinggi pula keharusan untuk memiliki conceptual skills. b. Human Skill Manajer harus memiliki kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, dan bernegoisasi secara professional dengan pemilik, karyawan, rekan sejawat, serikat pekerja, mitra kerja, masyarakat, dan pemerintah. Kepiawaian manajer dalam hal ini akan membuka berbagai peluang bagi perusahaan yang bersangkutan. c. Technical Skill Penguasaan terhadap keterampilan teknik tidak dapat diabaikan oleh seorang manajer. Cukup banyak tugas manajer yang memerlukan dukungan keterampilan teknik agar tugas tersebut berjalan dengan sempurna. Sebaliknya karena manajer tidak memiliki keterampilan teknik tertentu dapat berakibat tugas utama yang lebih besar yang merupakan tanggung jawabnya menjadi tidak dapat terlaksana dengan baik. Dengan demikian keterampilan teknik menjadi cukup penting bagi setiap manajer di perusahaan. Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi beberapa perusahaan tertentu saat penempatan posisi manajer lebih mengutamakan dipilih dari sumber karyawan intern yang memiliki keterampilan teknik dibandingkan dengan merekrut dari sumber luar perusahaan. 3. Karyawan Kesuksesan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh peran serta karyawan. Karyawan merupakan asset bagi perusahaan yang harus dipelihara sehingga motivasi mereka untuk bekerja dengan bersemangat dan mengarahkan semua potensi yang dimilikinya dapat terus terjaga. Sebaliknya karyawan yang merasa terhadap perusahaan, umumnya tidak akan memberikan kinerja yang maksimum. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Ganyang 20187 fungsi manajemen sumber daya manusia pada garis besarnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu 1. Fungsi Manajerial a. Perencanaan Fungsi manajemen yang berhubungan dengan penetapan tujuan, kebijakan, dan pemilihan berbagai alternative strategi yang menyangkut sumber daya manusia. b. Pengorganisasian Fungsi manajemen yang mengusahakan suatu hubungan kondusif antar individu, kelompok, dan semua pihak yang ada di perusahaan untuk melaksanakan berbagai tugas dalam rangka mencapai tujuan tertentu. c. Penempatan Fungsi manajemen yang berupaya memperoleh karyawan sesuai untuk mengisi jabatan yang kosong di perusahaan sesuai dengan spesifikasinya. d. Kepemimpinan Fungsi manajemen yang membuat semua individu, kelompok, dan semua pihak bekerja sesuai tugasnya dengan mengarahkan semua potensi yang dimiliki secara ikhlas untuk mencapai tujuan perusahaan. e. Pengendalian Fungsi manajemen yang menjamin pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana yang telah disusun untuk mencapai tujuan perusahaan. Pelaksanaan pengendalian akan melewati empat tahap yaitu penetapan standar kerja, mengukur kinerja karyawan, membandingkan kinerja dengan standar, lalu melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan. 2. Fungsi Operasional a. Pengadaan karyawan Fungsi yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan karyawan baik secara kuantitas maupun kualitasnya sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Pengadaan karyawan baru dapat dilakukan melalui beberapa sumber, baik dari sumber intern maupun sumber eksternal perusahaan yang bersangkutan. Teknik seleksi dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain berupa tes potensi akademik, wawancara, tes psikologis, dan praktik. Perusahaan pada umumnya menggunakan kombinasi beberapa teknik tersebut. b. Pengembangan karyawan Setelah karyawan direkrut perusahaan, langkah selanjutnya adalah pengembangan terhadap karyawan tersebut. Program pengembangan terhadap karyawan tersebut. Program pengembangan dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu pelatihan dan pendidikan. Pelatihan pada umumnya diberikan kepada level karyawan operasional berupa technical skills, waktu yang lebih lama, pendidikan lebih diarahkan kepada conceptual skills, dengan biaya cukup tinggi. c. Pemberian kompensasi Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawan dalam proses pencapaian tujuan perusahaan. Kompensasi ini ada yang bersifat langsung berupa gaji atau upah, dan innsentif. Ada juga yang merupakan balas jasa tidak langsung misalnya berupa tunjangan dan fasilitas lebih baik. d. Program integrasi karyawan Integrasi karyawan dapat dilakukan dengan beberapa program, terutama yang menyangkut kebutuhan karyawan,motivasi, disiplin, dan partisipasi karyawan. e. Pemeliharaan karyawan Pemeliharaan karyawan ditunjukan agar karyawan merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari perusahaan dan dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga akan bekerja dengan lebih baik dan ikhlas. Program pemeliharaan karyawan ini dapat berupa penciptaan system komunikasi kerja yang baik, perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja, pengendalian konflik di lingkungan perusahaan. f. Pemutusan hubungan kerja Pemutusan hubungan kerja merupakan program perusahaan dalam memberhentikan karyawan. Pemberhentian ini dapat disebabkan oleh suatu alasan yang baik dan terhormat, misalnya karena karyawan memasuki masa pension, atau karena kontrak kerja berakhir. Pemberitahuan karyawan dapat juga disebabkan oleh alasan yang tidak terhormat, misalnya karyawan melanggar peraturan yang berlaku di perusahaan atau melanggar hukum yang berlaku secara nasional. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk memperbaiki kualitas tenaga kerja dalam suatu organisasi untuk memberikan kontribusi lebih pada organisasi dengan cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis dan sosial. Pada intinya tujuan manajemen sumber daya manusia adalah memberikan aturan kerja yang efektif dengan produktivitas tinggi kepada organisasi. Pada kasus ini, produktivitas dapat diartikan sebagai output atau keluaran dari sebuah organisasi/perusahaan terhadap input/masukannya baik itu manusia, modal, energi atau bahan baku. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia berusaha untuk menyeimbangkan antara tujuan masing-masing individual dan menyelaraskannya hingga mampu bergerak dalam irama yang sama demi mencapai tujuan bersama yaitu tujuan organisasi. Oleh karena itu tujuan khusus dari sebuah manajemen sumber daya manusia adalah untuk membantu para manajer fungsional dan manajer lini dalam mengelola seluruh tenaga kerja atau karyawan selaku sumber daya manusia dengan cara yang lebih efektif. Tujuan manajemen sumber daya manusia menurut Sunarto 20181 antara lain Memperoleh dan mempertahankan tenaga kerja yang terampil, memiliki motivasi tinggi dan dapat dipercaya bagi organisasi. Meningkatkan dan memperbaiki kualitas tenaga kerja dalam organisasi yang diukur dari kontribusi, kemampuan dan kecakapan dalam melaksanakan operasional pekerjaan. Mengembangkan sistem kerja yang baik secara prosedur dalam perekrutan dan seleksi calon karyawan. Prosedur perekrutan dan seleksi dilakukan secara teliti dengan sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja tiap karyawan. Hal tersebut juga ditunjang oleh pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan organisasi. Memiliki komitmen tinggi akan karyawan dan menjadikan karyawan sebagai stakeholder dalam organisasi yang bernilai dan berperan dalam pengembangan iklim kerjasama membentuk kepercayaan bersama. Menciptakan lingkungan kerjasama tim yang fleksibel dan terus berkembang. Menyeimbangkan dan menyelaraskan keperluan masing-masing stakeholder. Menghargai elemen sumber daya manusia berdasarkan prestasi yang telah dicapai Meningkatkan kesejahteraan para karyawan baik secara fisik maupun mental. Menciptakan iklim yang harmonis dan produktif yang terbentuk antara manajemen dan karyawan. Menyediakan kesempatan yang merata bagi seluruh elemen sumber daya manusia. Melakukan pendekatan yang humanis dalam proses pengelolaan karyawan yang berlandaskan keadilan, perhatian, dan transparansi. Mengelola tenaga kerja dan mempertimbangkan perbedaan kebutuhan dan keinginan individu dan kelompok yang difasilitasi dalam penyampaian aspirasi. Tujuan manajemen sumber daya manusia menurut Stoner 20152 antara lain 1. Tujuan Organisasional Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia MSDM dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap produktivitas kerja. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia. 2. Tujuan Fungsional Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi. 3. Tujuan Sosial Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan. 4. Tujuan Personal Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika para karyawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi. Tujuan manajemen sumber daya manusia menurut Sedarmayanti 20153 antara lain 1. Tujuan Sosial Tujuan sosial pada tujuan manajemen sumber daya manusia adalah organisasi bertanggung jawab secara sosial terhadap tantangan dan keperluan yang terjadi di masyarakat khususnya di ruang lingkup organisasi dan mengurangi efek yang merugikan. 2. Tujuan Organisasional Tujuan organisasional merupakan langkah untuk menunjukkan kebeberadaan dari suatu organisasi sehingga perlu adanya kontribusi akan pendayagunaan sumber daya manusia secara keseluruhan. Tujuan organisasional dalam tujuan sumber daya manusia itu sendiri merupakan target formal yang ditentukan untuk mencapai tujuan organisasi. 3. Tujuan Fungsional Tujuan fungsional pada proses manajemen sumber daya manusia adalah mempertahankan kontribusi dari sumber daya manusia tiap departemen yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia pada tiap departemen dipelihara sedemikian rupa sehingga memberikan kontribusinya secara optimal. 4. Tujuan Individu Tujuan individu dalam suatu organisasi harus terpenuhi dan diselaraskan dengan tujuan organisasi. Tujuan individu digunakan sebagai motivasi para karyawan untuk lebih berkontribusi dalam melaksanakan tugasnya di dalam organisasi. Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Peran manajemen sumber daya manusia yang dikemukan oleh Hasibuan 20135 antara lain 1. Perencanaan Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja Preparation and selection 2. Persiapan Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya. 3. Rekrutmen & Seleksi Rekrutmen tenaga kerja/Recruitment. Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan/job description dan juga spesifikasi pekerjaan/job specification. 4. Seleksi tenaga kerja/Selection. Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup/cv/curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya. 5. Pelatihan, Pengembangan & Penilaian Prestasi Pengembangan dan evaluasi karyawan Development and evaluation. Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi. 6. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai Compensation and protection. Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs ini. 7. Promosi, Pemindahan dan Pemisahan Promosi adalah sebuah jenis transfer yang meliputi penugasan kembali seorang pegawai pada sebuah posisi yang kemungkinan besar diberikan pembayaran yang lebih tinggi dan tanggung jawab, hak dan kesempatan yang lebih besar. Demosi, kadang-kadang disebut transfer ke bawah, adalah sebuah jenis transfer meliputi pemotongan pembayaran, hak dan kesempatan. Pemisahan, disebut juga pemberhentian, bahkan sering disebut downsizing, adalah perpindahan sementara atau tidak definitif seorang pegawai dari daftar gaji. Umumnya adalah untuk mengurangi kelebihan beban biaya tenaga kerja dan permasalahan keuangan perusahaan semakin serius. Terminasi adalah tindakan manajemen berupa pemisahan pegawai dari organisasi karena melanggar aturan organisasi atau karena tidak menunjukkan kinerja yang cukup. Pemberhentian sukarela adalah pemisahan pegawai dari organisasi atas inisiatif organisasi atau kemauan pegawai sendiri. Pengunduran diri adalah pemisahan pegawai yang telah menyelesaikan masa kerja maksimalnya dari organisasi atau umumnya di kenal dengan istilah pensiun. Berdasarkan para ahli maka dapat di simpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu ilmu yang di gunakan untuk mengatur orang atau karyawan dalam suatu organisasi ataupun perusahaan, dengan cara dapat mengembangkan setiap potensi yang ada pada setiap orang ataupun karyawan perusahaan. Manajemen sumber daya manusia juga merupakan suatu ilmu yang mengatur suatu hubungan atau peran sumber daya tenaga kerja yang di miliki oleh setiap individu secara efektif dan efisien. Manajemen sumber daya manusia mempunyai konsep bahwa setiap karyawan perusahaan bukanlah sebuah mesin melainkan sebuah rancangan sistem dari sebuah organisasi. Manajemen sumber daya manusia menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik, setiap perusahaan baik perusahaan maupun perusahaan kecil wajib untuk menerapkan sistem manajemen sumber daya manusia, agar perusahaan tersebut dapat berkembang dengan baik. Karena dalam sebuah organisasi di butuhkan sebuah komitmen dari setiap karyawannya agar dapat menjalin sebuah hubungan dan memiliki peran yang baik. Manajemen sumber daya manusia MSDM sebagai suatu sistem bisa menimbulkan masalah ketika hubungan satu fungsi dengan fungsi lainnya tidak berinteraksi secara sinergis. Bahasan mengenai MSDM meliputi beberapa hal terkait dengan sumber daya manusia. Mulai dari pengadaan, pengembangan, pemeliharaan sampai dengan pemberhentian karyawan. Dari bahasan tersebut dalam kenyataan mengalami beberapa masalah. Masalah tersebut secara tahapnya yaitu pengadaan Seleksi, Analsis kebutuhan, dan Kriteria karyawan , Pemeliharaan Kompensasi, dan Pesangon , Pengembangan Pendidikan & Pelatihan, dan Biaya , dan Pemberhetian PHK, dan Kompensasi. Permasalahan bisa di sebabkan oleh beberapa hal Dukungan manajemen puncak dalam bentuk pengarahan dan gagasan-gagasan yang kurang di berikan kepada stafnya. Mutu tahapan proses dan tersedianya data dan informasi yang cukup. Sistem informasi manajemen tidak berfungsi optimum. Tujuan dari MSDM dan fungsinya kurang spesifik, terukur, dan relevan. Ada kesan pelaksanaan fungsi-fungsi MSDM berjalan dengan asumsi tanpa adanya gangguan apapun. Daftar Pustaka Manajemen Sumber Daya Manusia Bangun, W., 2012. Manajemen sumber daya manusia. Ganyang, 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia Konsep dan Realita. Handoko, 2001. Manajemen sumber daya manusia. Yogyakarta BPFE. Mathis, and Jackson, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 10. Jakarta Salemba Empat. Mangkunegara, 2016. Manajemen sumber daya manusia perusahaan. PT. Remaja Rosdakarya. Robbins, S., 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada. Sikula, 2000. Manajemen sumber daya manusia. Erlangga Bandung. Stephan, P. and Coulter, M., 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jilid Satu. Edisi. Stoner, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta Bumi Aksara.
PembahasanUnsur-unsur pembentuk sumber daya manusia yang berkualitas antara lain sebagai berikut Keahlian. Dengan keahlian, manusia dapat mengolah sumber daya yang tersedia. Kejujuran dan keadilan. Kejujuran dan keadilan merupakan bagian dari sumber daya manusia yang tak ternilai harganya. Kekuatan fisik. Karena tidak ada manusia yang sempurna, sehingga tidak ada kriteria manusia yang memiliki kekurangan. Oleh sebab itu E bukan termasuk dari kriteria SDM unggul. Jadi, jawaban yang benar adalah Poin pembentuk sumber daya manusia yang berkualitas antara lain sebagai berikut Keahlian. Dengan keahlian, manusia dapat mengolah sumber daya yang tersedia. Kejujuran dan keadilan. Kejujuran dan keadilan merupakan bagian dari sumber daya manusia yang tak ternilai harganya. Kekuatan fisik. Karena tidak ada manusia yang sempurna, sehingga tidak ada kriteria manusia yang memiliki kekurangan. Oleh sebab itu E bukan termasuk dari kriteria SDM unggul. Jadi, jawaban yang benar adalah Poin E.
Berikut ini pengertian sumber daya manusia, faktor yang mempengaruhi, upaya meningkatkan kulitas, dan peranannya pada suatu organisasi secara lebih jelas. Mungkin kita sering mendengar istilah Sumber Daya Manusia atau yang lebih dikenal dengan sebutan SDM. Tidak hanya alam saja yang bisa menjadi sumber daya tapi manusia juga dapat menjadi sumber daya yang berguna bagi suatu organisasi, dengan maksud supaya organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya. Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam organisasi untuk mencapai keunggulan yang kompetitif. Perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan menjadikan sumber daya manusia sebagai faktor yang penting dalam menentukan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam persaingan global. Maka oleh sebab itu manusia harus selalu berinovasi untuk memenangkan persaingan ini. kemajuan suatu organisasi hanya dapat dicapai dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Jadi pada kesempatan kali ini mari kita pahami bersama-sama mengenai apa itu sumber daya manusia. Pengertian Sumber Daya Manusia / SDA SDM atau Sumber Daya Manusia adalah suatu potensi yang dimiliki oleh setiap orang untuk mewujudkan sesuatu sebagai makhluk sosial. Atau sumber daya manusia yaitu kemampuan daya pikir dan daya fisik yang dimiliki seorang individu dan berprilaku dipengaruhi oleh keturunan maupun lingkungannya serta bekerja karena termotivasi oleh keinginannya untuk memenuhi kepuasannya. Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keterampilan, pengetahuan dan kretifitas. Seperti peranan setiap orang terhadap lingkungannya yang tidak lepas dari sikap pengembangan dan potensi yang ada dalam diri untuk mengembangkan lingkungan, membina, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Fungsi sumber daya manusia umumnya untuk meningkatkan produktivitas dalam menunjang organisasi supaya lebih kompetitif dan tercapainya tujuan. B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia SDM mempunyai peranan yang penting bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan segala daya dan upaya manusia dapat memproduksi barang-barang sesuai dengan kebutuhan. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dari sumber daya manusia, misalnya seperti 1. Pendidikan Pendidikan yang baik dapat menghasilkan SDM yang baik. Jadi betapa pentingnya pendidikan untuk menghasilkan sumber daya yang berkualitas dan memiliki daya saing. SDM yang berkualitas dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja sehingga tujuan organisasi-pun dapat dengan mudah untuk tercapai. Seperti pada negara-negara yang maju umumnya memiliki kualitas pendidikan yang baik sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas. 2. Lingkungan Lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter manusia. Maka dengan keadaan lingkungan yang baik umumnya akan membentuk karakter manusia yang baik juga, sehingga dapat menghasilkan SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing. Lingkungan yang berpengaruh membentuk karakter manusia misalnya seperti lingkungan tempat tinggal, lingkungan bermain, lingkungan pendidikan dan lain-lain. C. Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia umumnya berfokus pada pendidikan, karena pendidikan menjadi jalan yang paling utama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini pendidikan untuk semua kalangan menjadi pekerjaan yang harus terselesaikan. Bukan sekedar pemerataan pendidikan saja, tapi upaya untuk meningkatkan kualitasnya juga. Upaya tersebut misalnya melakukan pendidikan sejak usia dini dan peningkatan kualitas pendidikan sejak dari dasar. Lalu mempermudah akses menuju perguruan tinggi-pun semakin di siapkan, seperti membuka kesempatan kepada masyarakat yang masih memiliki keterbatasan ekonomi untuk belajar dan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Pendidikan harus terus di tingkatkan kualitasnya untuk membangun generasi penerus bangsa yang intelektual, memiliki moral yang baik, dan siap untuk menghadapi perkembangan jaman. Pendidikan juga harus mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme dan pemikiran yang besar untuk membangun negerinya. Pendidikan bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah saja tapi menjadi tanggung jawab semua orang. Pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk kemajuan negeri harus menjadi komitmen maupun kesadaran bersama-sama. D. Peranan Sumber Daya Manusia Pada Organisasi Potensi yang di miliki oleh sumber daya manusia juga sangat berpengaruh terhadap upaya suatu organisasi dalam mencapai target atau tujuannya. Meskipun teknologi semakin maju dan terus berkembang, penyebaran informasi semakin mudah dan cepat, serta berbagai bahan baku semakin memadai tapi tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas maka tujuan organisasi sulit untuk tercapai. Dapat di katakan sumber daya manusia merupakan bagian yang penting untuk membentuk integritas dan mewujudkan visi dan misi suatu organisasi. Jadi untuk mencapai tujuannya, suatu organisasi memerlukan sumber daya manusia sebagai pengelola sistem, supaya sistem tersebut dapat berjalan sesuai yang semestinya. Sumber daya manusia merupakan aset penting bagi organisasi, karena peran dan juga fungsinya tidak dapat digantikan oleh sumber daya yang lain dan tentunya harus selalu berorientasi pada visi dan misi organisasi. Untuk mencapai visi dan misinya maka sumber daya manusia pada suatu organisasi harus memiliki karakteristik seperti motivasi, sikap, konsep diri, pengetahuan dan keahlian. Lalu ada beberapa peranan yang perlu di miliki oleh Sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan dunia kerja misalnya Dapat melakukan analisis jabatan, merencanakan kebutuhan akan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja yang berkualitas, mengelola keuangan dan lain-lain. E. Kesimpulan Sumber daya manusia SDM merupakan individu yang produktif dan bekerja sebagai penggerak organisasi, baik itu organisasi yang ada di dalam suatu instansi atau perusahaan dan merupakan sumber daya yang tidak dapat di gantikan serta menjadi aset yang penting. Sumber daya manusia merupakan suatu hal yang penting dan harus dimiliki oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuannya karena Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi jika di bandingkan dengan elemen sumber daya lain seperti teknologi, modal, bahan baku karena manusia dapat mengendalikan faktor lain. Jadi seorang individu yang bekerja sebagai penggerak organisasi baik dalam suatu institusi maupun perusahaan dan sebagai aset berharga yang harus dilatih dan terus dikembangkan kemampuannya disebut dengan Sumber Daya Manusia. Demikian pembahasan tentang pengertian sumber daya manusia, semoga dapat bermanfaat dan mohon maaf jika ada beberapa kesalahan, sekian dan terimakasih. Artikel sebelumnya Energi Terbarukan Pengertian, Jenis, Sumber dan Manfaatnya
Manajemen sdm ialah pengembangan sumber daya manusia yang berfungsi melakukan perencanaan sumber daya manusia, penerapan, perekrutan, pelatihan, pengembangan karir karyawan atau pegawai serta melakukan inisiatif terhadap pengembangan organisasional sebuah organisasi atau perusahaan. Pada dasarnya, tidak ada perusahaan yang tidak membutuhkan manajemen SDM atau istilah kerennya Human Resource HR. Bagian Human Resource itulah yang bertanggung jawab untuk mengurus berbagai kebutuhan perusahaan yang terkait dengan Sumber Daya Manusia SDM termasuk di dalamnya ada Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM sehingga semua kegiatan atau pekerjaan berjalan dengan lancar dan lebih efisien. Dalam menjalankan kegiatan baik di organisasi atau perusahaan, dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing-masing. Dalam menjalankan kegiatan di sebuah perusahaan atau organisasi juga diperlukan manajemen Sumber Daya Manusia SDM agar kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik dan mencapai target yang diinginkan. Tantangan tersebut dapat dijawab melalui buku Manajemen Sumber Daya Manusia Membangun Paradigma Baru oleh Dickdick Sodikin, Djaka Permana, Suhenda Adia yang dalam pemaparannya memberikan gambaran serta pemahan baru mengenai Managemen SDM. Pengertian Manajemen SDMFungsi Manajemen SDMa. Perencanaan Sumber Daya Manusiab. Pengangkatan dan Pemberhentian Karyawanc. Pengupahan Tunjangand. Penilaian Kinerja, Pengembangan Karire. Pelatihan dan Pengembanganf. Keselamatan dan Kesehatan Kerjag. Penerapan Efektivitas Hubungan KerjaTujuan Manajemen SDMManfaat Manajemen SDMa. Perusahaan dapat memanfaatkan Sumber Daya Manusia SDM yang sudah ada secara baikb. Produktivitas dari karyawan yang sudah ada semakin meningkatc. Penentuan kebutuhan tenaga kerja atau karyawand. Penanganan informasi ketenagakerjaane. PenelitianKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM menjadi salah satu bidang dari manajemen umum, seperti manajemen keuangan, manajemen pemasaran, serta manajemen operasi. Manajemen sumber daya manusia ini menjadi bidang kajian penting dalam perusahaan karena problem yang dihadapi perusahaan bukan hanya persoalan bahan mentah, modal, alat kerja, dan produksi saja, tetapi juga problem sumber daya manusia yang notabene adalah pihak yang menjalankan dan mengelola faktor-faktor produksi sekaligus merupakan tujuan dari kegiatan produksi itu sendiri. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM adalah “Personnel management is the planning organizing, directing, and controlling of the procurement, development, compensation, integration, and maintenance of the people for the purpose of contributing to organizational, individual and social goals” Flippo 1976. Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan karyawan atau pegawai agar tercapai tujuan-tujuan individu, organisasi, dan masyarakat. Pernyataan dari Flippo tersebut menyamakan pengertian manajemen sumber daya manusia sama dengan manajemen personalia. Dikatakan juga oleh Rivai 2005, adanya manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, mengurus, dan menggunakan sumber daya manusia sehingga bisa berfungsi secara efektif, produktif, serta efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pendapat Mondy dan Noe, manajemen sumber daya manusia atau human resource management merupakan pendayagunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan perusahaan. Kemudian Anthony, Kacmar, dan Parrewe 2002 mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia memiliki berbagai macam tugas berkaitan dengan usaha untuk memiliki, melatih, mengembangkan, memotivasi, mengorganisasi, dan memelihara karyawan perusahaan. Diungkapkan oleh Cascio 2003 bahwa setiap manajer yang bertanggung jawab terhadap sumber daya manusia harus memperhatikan hal-hal seperti pengangkatan staf, mempertahankan karyawan, pengembangan karyawan, menjaga ketaatan dan ketertiban karyawan, serta meningkatkan kemampuan perusahaan. Manajemen sumber daya manusia ialah pendekatan strategic serta berhubungan untuk mengelola aset paling berharga milik perusahaan yaitu orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan baik secara individu maupun tim dalam rangka memberikan sumbangan untuk mencapai visi perusahaan. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM meliputi kemampuan dan potensi yang dimiliki pimpinan dan karyawan dalam sebuah perusahaan. Karyawan tidak boleh diperlakukan sebagai mesin dan perlu disadari bahwa karyawan adalah mempunyai potensi dan bakat yang terus dapat dikembangkan untuk kepentingan perusahaan. Setelah dikembangkan maka pimpinan perlu menciptakan suasana yang kondusif untuk dapat mengaplikasikan kemampuannya dalam perusahaan. Namun, pengaplikasian MSDM ini sendiri bukan hanya dilakukan di perusahaan saja, dalam sebuah organisasi MSDM juga menjadi aset penting agar tujuan organisasi yang ingin diraih dapat tercapai. Dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Mahasiswa Dan Umum, penjelasan mengenai MSDM pada sebuah organisasi dalam upaya meningkatkan efektivitas sumber daya manusia yang ada akan dijelaskan secara rinci. Fungsi Manajemen SDM Tugas Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM adalah untuk mengelola manusia seefektif mungkin agar diperoleh suatu satuan sumber daya manusia yang saling memberi manfaat. Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM merupakan bagian dari manajemen umum yang memfokuskan pada sumber daya manusia. MSDM sendiri merupakan sebuah bidang studi yang mempalajari bagaimana peranan serta hubungan manusia yang ada dalam membantu pencapaian tujuan dari organisasi maupun perusahaan. Pada buku berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia oleh Malayu Hasibuan ini, konsep MSDM akan dijelaskan secara mudah serta terstruktur untuk Grameds. Pada prinsipnya, fungsi manajemen sumber daya manusia ini mencakup beberapa aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi keseluruhan area kerja suatu perusahaan yang terdiri atas perencanaan, pengangkatan dan pemberhentian karyawan, pengupahan tunjangan, penilaian kinerja, penghargaan dan pengembangan karir, pelatihan dan pengembangan, keselamatan dan kesehatan kerja, kepemimpinan, serta produktivitas. Adapun fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia adalah sebagai berikut. a. Perencanaan Sumber Daya Manusia Mondy, Noe, dan Premeaux menyebutkan bahwa perencanaan sumber daya manusia merupakan proses pengkajian dan penelaahan kebutuhan sumber daya manusia secara sistematis untuk memastikan bahwa sejumlah karyawan yang dibutuhkan dan sesuai dengan persyaratan keahlian yang telah ditentukan dan tersedia pada saat diperlukan. Fungsi perencanaan Sumber Daya Manusia SDM ini meliputi beberapa kegiatan, diantaranya Analisis jabatan dalam perusahaan untuk menentukan tugas, tujuan, keahlian, pengetahuan serta kemampuan yang dibutuhkan. Perencanaan dan peramalan permintaan tenaga kerja perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mengembangkan serta mengimplementasikan rencana untuk memenuhi kedua kebutuhan di atas. Kegiatan perencanaan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia SDM merupakan pekerjaan manajemen sumber daya manusia yang paling mengandung ketidakpastian karena adanya faktor peramalan terhadap kecenderungan lingkungan bisnis yang terus bergerak sangat dinamis. Terkait hal ini, perusahaan harus mampu melihat kecenderungan perkembangan teknologi, seperti yang bisa berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sumber daya manusia perusahaan di masa mendatang. Merencanakan sumber daya manusia karyawan secara efektif agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan demi terwujudnya tujuan perusahaan. b. Pengangkatan dan Pemberhentian Karyawan Pada proses ini kegiatan pengisian formasi yaitu merekrut karyawan, screening, serta seleksi kepada pelamar juga penempatan formasi. Fungsi manajemen sumber daya manusia semakin rumit karena berbagai peraturan memberi peluang yang sama untuk seluruh lapisan masyarakat dalam mendapatkan pekerjaan serta semakin kompleksnya formasi jabatan yang akan diisi. Proses pengangkatan dan pemberhentian staffing sesuai dengan kebutuhan perusahaan ini meliputi 1 Recruitment calon pelamar pekerjaan. 2 Seleksi calon pekerja atau karyawan yang sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan perusahaan. 3 Mengadakan proses pemutusan hubungan kerja dengan baik kepada karyawan. Manajer sumber daya manusia perlu hati-hati pada saat menyaring calon karyawan. Proses recruitment dan evaluasi pekerjaan di antaranya ialah blanko lamaran, interview, tes psikologi, serta pengecekan referensi. Ketika sudah berakhir masa jabatan atau masa kerjanya, maka perusahaan memiliki tanggung jawab harus melakukan pemutusan hubungan kerja dengan karyawan dengan sebaik-baiknya. c. Pengupahan Tunjangan Upah kepada karyawan dikatakan berhasil jika didasarkan pada keadilan dan kewajaran. 1 Keseimbangan antara upah yang dibayarkan dengan pekerjaan yang berbeda dalam satu perusahaan. 2 Pembayaran upah yang adil dan wajar kepada karyawan atau pegawai yang berada dalam jabatan yang benar-benar sama dalam satu perusahaan. Upah pada dasarnya adalah mencakup keseluruhan penghargaan yang diterima karyawan atau pegawai sebagai hasil dari pekerjaannya. Mondy, Noe, dan Premeaux menyebutkan, penghargaan dapat berupa salah satu atau gabungan dari upah, tunjangan, atau penghargaan non finansial. Upah bisa berupa uang yang diterima oleh seorang karyawan atau pegawai atas kinerjanya. Tunjangan ialah berupa tambahan penghargaan finansial selain gaji pokok gapok termasuk tunjangan cuti, biaya sakit, Tunjangan Hari Raya THR serta asuransi kesehatan. d. Penilaian Kinerja, Pengembangan Karir Fungsi ini dilakukan setelah karyawan atau pegawai bekerja dalam sebuah perusahaan. Tidak hanya penilaian positif, perusahaan juga menganalisis apabila kinerja karyawan atau pegawai yang negatif. Fungsi penilaian kerja ini meliputi 1 Penilaian dan evaluasi kinerja karyawan atau pegawai. 2 Analisis serta pemberian dorongan kinerja karyawan atau pegawai. 3 Pemberian bantuan untuk karyawan atau pegawai dalam rangka pengembangan karir. Penilaian kinerja terhadap karyawan atau pegawai ini untuk menentukan seberapa pantas penghargaan yang diberikan untuk karyawan atas kinerjanya sehingga bisa digunakan untuk acuan pengembangan karir. Apabila perusahaan membantu karyawan atau pegawainya dalam pengembangan karir, maka keinginan karyawan untuk berpindah tempat kerja semakin minim. Hal ini bisa mempertahankan karyawan yang memiliki loyalitas dan komitmen tinggi terhadap perusahaan. e. Pelatihan dan Pengembangan Perusahaan dapat melatih karyawannya serta mengembangkan melalui prosedur formal maupun informal. Prosedur formal bisa dilakukan dengan pengenalan jabatan baru atau sebagai alat untuk mengikuti perubahan secara teknologis. Sedangkan prosedur informal bisa berlangsung di tempat kerja dan diadministrasikan oleh karyawan yang senior. Pada proses ini artinya, bidang sumber daya manusia dapat memberikan pelatihan, kursus, workshop serta mengkoordinir peluang-peluang di perusahaan dengan perencanaan karir karyawan atau pegawai. Pelatihan dan pengembangan ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti perancangan serta penerapan program-program pelatihan beserta program evaluasinya. f. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada proses ini, manajemen sumber daya manusia berfokus pada 1 Perancangan dan penerapan manajemen keselamatan serta Kesehatan kerja. 2 Penerapan program-program motivasi karyawan atau pegawai. 3 Penyusunan strategi mengatasi konflik perusahaan 4 Perhitungan tingkat produktivitas perusahaan. Untuk meningkatkan produktivitas perusahaan tentu harus melakukan proses integrasi yang menghasilkan rekonsiliasi antar beberapa kepentingan yang memadai. Sehingga tercipta peningkatan serta perbaikan kualitas fisik dan nonfisik di lingkungan kerja. g. Penerapan Efektivitas Hubungan Kerja Pada fungsi ini perusahaan harus mampu membuat standar bagaimana hubungan kerja yang efektif dan efisien dapat diimplementasikan. Kegiatan yang bisa dilakukan di antaranya 1 Saling menghormati hak-hak antar karyawan atau pegawai. 2 Menetapkan prosedur bagaimana keluhan pekerja disampaikan. 3 Melakukan kegiatan penelitian mengenai manajemen sumber daya manusia MSDM. Apabila perusahaan tidak berhati-hati dalam menangani setiap problem hak-hak karyawan atau pegawai maka bisa muncul adalah aksi-aksi protes seperti yang terjadi di beberapa perusahaan di Indonesia. Tujuan Manajemen SDM Tujuan manajemen sumber daya manusia pada masing-masing perusahaan bersifat variatif. Menurut Ulrich dan Lake 1990 sistem manajemen sumber daya manusia dapat menjadi sumber kapabilitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk terus belajar memperagakan peluang baru. Cushway memberikan pendapat bahwasanya tujuan manajemen sumber daya manusia adalah memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan sumber daya manusia untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki karyawan atau pegawai yang memiliki kinerja tinggi, selalu siap mengatasi perubahan, serta memenuhi kewajiban sebagai pekerja secara legal. Tidak hanya itu, tujuan selanjutnya adalah menerapkan dan menjaga semua kebijakan dan prosedur sumber daya manusia yang memungkinkan perusahaan mampu mencapai tujuannya. Peranan adanya MSDM sendiri secara garis besar adalah untuk mencapai tujuan perusahaan, yang melibatkan tenaga kerja manusia yang ada di dalamnya, yang bukan hanya cakap, terampil, namun juga harus memiliki kemauan serta kesungguhan dalam bekerja secara efektif dan efisien. Hal tersebut yang dibahas dalam uku berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan oleh Taufiq Rachman. Namun, secara khusus manajemen sumber daya manusia ini memiliki tujuan sebagai berikut Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi proses perekrutan, seleksi, sistem insentif, serta pengembangan manajemen dan aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan perusahaan. Mengembangkan praktik manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan atau pegawai adalah stakeholder dalam perusahaan yang bernilai dan membantu mengembangkan iklim kerja sama dan kepercayaan Bersama. Memastikan bahwa persamaan kesempatan tersedia untuk semua, artinya ada keterkaitan saling menguntungkan antara perusahaan dengan karyawan. Memastikan bahwa karyawan atau pegawai dinilai serta dihargai atas apa yang telah dikerjakan dan dicapai. Mempertahankan serta memperbaiki kesejahteraan fisik serta mental pegawai atau karyawan. Menciptakan iklim yang humanis, harmonis, serta produktif yang dapat dipertahankan antara manajemen dengan karyawan atau pegawai. Manfaat Manajemen SDM Sumber daya Manusia SDM merupakan aset penting dalam sebuah perusahaan sehingga hal ini perlu dirancang secara efektif. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari manajemen sumber daya manusia P. Siagian 1994 antara lain a. Perusahaan dapat memanfaatkan Sumber Daya Manusia SDM yang sudah ada secara baik Manajer sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan perlu memperhatikan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki perusahaan seperti, jumlah karyawan yang tersedia, masa kerja masing-masing, pengetahuan serta skills yang dimiliki, bakat yang perlu dikembangkan, serta minat karyawan yang bersangkutan. b. Produktivitas dari karyawan yang sudah ada semakin meningkat Manajemen Sumber Daya Manusia MSDM yang baik tentu akan proporsionalitas dalam penempatan formasi karyawan. Terlalu banyak karyawan juga tidak baik untuk perusahaan dan bisa berdampak penurunan semangat karyawan. Kekurangan karyawan juga tidak baik untuk perusahaan akan akan mengakibatkan pekerjaan terhambat. Jadi harus tepat. c. Penentuan kebutuhan tenaga kerja atau karyawan Kebutuhan akan tenaga kerja di masa mendatang baik dalam arti jumlah maupun kualifikasinya untuk mengisi formasi tertentu dan menyelenggarakan aktivitas baru Perusahaan yang sudah besar perlu memiliki perencanaan yang strategik. Pemanfaatan serta kebutuhan sumber daya manusia pada masa mendatang bisa meliputi, jumlah karyawan yang dipromosikan menduduki jabatan yang lebih tinggi, berapa lowongan yang kosong, jumlah karyawan yang dibutuhkan dalam waktu tersebut, hingga jumlah kebutuhan pegawai yang berkualitas. d. Penanganan informasi ketenagakerjaan Penanganan informasi sumber daya manusia yang dimiliki bisa meliputi, masa kerja setiap karyawan, status perkawinan, tunjangan, jumlah penghasilan, Pendidikan dan pelatihan yang pernah ditempuh, keterampilan khusus yang dimiliki karyawan, dan jabatan yang pernah diduduki. e. Penelitian Sebelum melakukan perencanaan, maka diperlukan penelitian. Termasuk penelitian mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia. Hal ini dilakukan guna mendapatkan gambaran serta keterangan yang akurat untuk menjadi landasan dalam aktivitas manajemen sumber daya manusia. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Haiiii Semua Apa Kabar Kalian Semua, baik-baik saja? Okay, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Tarisya Dinda Oktaviani, saya berkuliah di Stiamak Barunawati Surabaya, yang bertepat di Jalan Perak No. 173, Perak Utara Surabaya. Stiamak Barunawati Surabaya Merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan,di salah satu mata kuliah saya ada tentang sumber daya manusia, dan Dibimbing oleh Bapak Dosen Dr. Nugroho Dwi Priyohadi, Beliau Mengajar saya tentang apa itu Sumber Daya Manusia?, Apa sih yang termasuk Dalam Sumber Daya Manusia?Sumber Daya Manusia merupakan Kompenen Penting yang berfungsi sebagai penggerak kegiatan produksi dalam organisasi atau di sebuah perusahaan. di salah satu fungsi sumber daya manusia yang dimana fokus pada kegiatan rekutmen, pengolahan, dan pengarahan para karyawan. Sumber Daya Manusia menjadi unsur penting di berbagai kegiatan organisasi maupun disebuah perusahaan. Mengapa Sumber Daya Manusia Juga Disebut aset?. Merupakan faktor utama dalam sebuah organisasi, perusahaan, dan juga negara. Selain itu Sumber Daya Manusia ada beberapa kompenen loh, saya sebutin ya satu - satu. Pertama Kualitas Pekerjaan dan Inovatif, Kualitas Pekerjaan merupakan suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efesiensi dalam pekerjaan yang dilakukan Sumber Daya Manusia atau Sumber Daya lainnya dalam mencapai tujuan perusahaan dengan baik dan bergaya guna. Kedua Kejujuran dalam bekerja, Kejujuran selain membawa dampak yang positif jyga membawa kepada ke arah yabg lebih baik. Penting Kejujuran dalam bekerja wajjb kita terapkan agar senantiasa bersikap jujur dalam berbagai segala tindakan. Ketiga Kehadiran dalam pekerjaan, Kehadiran karyawan merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Sistem Kehadiran para Karyawan sudah ditentukan oleh Perusahaan. Keempat Sikap salam bekerja, Sikap Positif diperlukan terutama jika para karyawan menemukan sebuah masalah dalam pekerjaan. Sifat positif ini menjadi solusi untuk mencari berbagai jalan untuk memecahkan permasalahan karyawan dalam pekerjaan. Kelima Inisiatif dan Kreatif, Karyawan dikatakan kreatif apabila mampu membuat atau menciptakan sesuatu, mungkin dari hasil pemikiran atau asumsi dari orang orang yang belum pernah melihat hal yang Sekarang kalian sudah paham kan tentang Sumber Daya Manusia, Bapak Dr. Nugroho Dwi Priyohadi, juga mengundang beberapa pembicara, untuk menambah wawasan mahasiswanya. Saya menikmati materi yang dijelaskan pak Nugroho, jadi mengerti tentang Sumber Daya Manusia. sepertinya kalian harus lebih responsif terhadap tantangan diera digital ditantang harus memiliki sikap kompetitif-adaptive human capital dan memiliki jiwa digital dari saya, mengenai tentang Sumber Daya Manusia dan Pembelajaran Saya selama Kuliah Sumber Daya Jumpa dilain waktu Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
berikut bukan termasuk unsur dari sumber daya manusia adalah